Menjelajah Bakso Paling Diburu di Bandung, Dari Legenda Lama hingga Konsep Prasmanan Kekinian

Rabu, 28 Januari 2026 | 08:39:04 WIB
Menjelajah Bakso Paling Diburu di Bandung, Dari Legenda Lama hingga Konsep Prasmanan Kekinian

JAKARTA - Aroma kuah bakso kerap menjadi penanda sederhana bahwa Bandung selalu punya cara memanjakan lidah siapa saja yang datang. Di balik udara sejuk dan hiruk-pikuk kota, semangkuk bakso sering berubah menjadi tujuan utama wisata kuliner yang sulit dilewatkan.

Tidak hanya sekadar mengenyangkan, bakso di Bandung tumbuh sebagai bagian dari kebiasaan makan sehari-hari yang diwariskan lintas generasi. Dari kedai sederhana hingga tempat makan yang ramai di media sosial, pilihan bakso di kota ini terasa nyaris tak ada habisnya.

Keberagaman tersebut membuat pengalaman menyantap bakso di Bandung terasa lebih berwarna dan personal. Setiap tempat memiliki ciri khas kuah, isian, hingga suasana yang membedakannya satu sama lain.

Ragam Bakso Favorit yang Tak Pernah Sepi Peminat

Mie Baso Akung menjadi nama yang hampir selalu disebut saat berbicara soal bakso Bandung. Popularitasnya terbangun dari konsistensi rasa dan porsi lengkap yang dikenal dengan sebutan BPTSC.

Menu tersebut berisi bakso, pangsit, tahu, siomay, dan ceker yang disajikan bersama mie kuah atau mie yamin sesuai selera. Pengunjung juga dapat memesan BPTSC tanpa mie dan menikmati kuah kaldu gurih yang menjadi ciri khasnya.
• Lokasi: Jl. Lodaya No.123, Burangrang, Kec. Lengkong, Kota Bandung.
• Jam buka: 09.30–19.30 WIB, dengan harga yang menyesuaikan pilihan menu dan topping.

Bakso Rusuk Samanhudi menghadirkan sensasi berbeda lewat pilihan bakso berukuran besar dan isian yang variatif. Kehadirannya di Bandung melanjutkan reputasi yang lebih dulu dikenal luas di Jakarta.
Menu bakso urat, bakso telur, hingga bakso keju dengan isian lumer menjadi daya tarik utama bagi pencinta bakso berdaging tebal. Lokasinya yang berada di tepi jalan membuat tempat ini mudah ditemukan.
• Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No.342b, Dago, Kec. Coblong, Kota Bandung.
• Jam buka: 08.00–21.00 WIB, harga berkisar Rp25.000–Rp50.000.

Bakso Enggal Malang menawarkan pengalaman makan yang lebih bebas dengan konsep pilih sendiri. Pengunjung dapat mengambil bakso dan gorengan sesuai selera sebelum menyiramnya dengan kuah kaldu hangat.
Pilihan baksonya cukup lengkap, mulai dari bakso halus hingga bakso urat khas Malang. Konsep ini membuat setiap mangkuk terasa lebih personal sesuai keinginan masing-masing.
• Lokasi: Jl. Burangrang No.12, Burangrang, Kec. Lengkong, Kota Bandung.
• Jam buka: 09.00–22.00 WIB, harga Rp25.000–Rp50.000.

Kedai Legendaris yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Bakso Cuanki dan Batagor Serayu menjadi salah satu ikon kuliner yang telah lama melekat di ingatan warga Bandung. Awalnya hanya menyediakan dua menu utama, tempat ini tetap setia pada racikan rasa sejak pertama kali buka.
Semangkuk cuanki berisi bakso, siomay, tahu, batagor, serta pangsit kering yang disiram kuah tulang ikan yang khas. Kesederhanaan menu justru menjadi kekuatan yang membuatnya tetap diminati.
• Lokasi: Jl. Serayu No.2, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung.
• Jam buka: 11.00–19.00 WIB, harga Rp25.000–Rp50.000.

Bakso Kusumah Jaya dikenal dengan konsep prasmanan yang memberi kebebasan memilih isian. Setiap jenis bakso dihitung per item sehingga pengunjung bisa menyesuaikan porsi dan bujet.
Pilihan baksonya beragam, mulai dari baso cincang, baso gepeng, bakso urat, hingga siomay. Konsep ini menjadikannya favorit bagi mereka yang ingin mencoba banyak varian sekaligus.
• Lokasi: Jl. R.E. Martadinata No.55d, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung.
• Jam buka: 11.00–21.00 WIB, harga mulai sekitar Rp2.500 per biji.

Bakso Mawar Merona merupakan hasil pembaruan dari nama sebelumnya, Baso Mawar. Rebranding ini menghadirkan suasana tempat yang lebih cerah tanpa meninggalkan karakter rasa kuahnya.
Menu berbahan 100 persen daging sapi ditawarkan dalam berbagai pilihan, dari baso cincang hingga baso telur. Selain bakso, tersedia pula menu kwetiau kuah laksa yang cukup diminati.
• Lokasi: Jl. Cihampelas No.36, Bandung.
• Jam buka: 10.00–22.00 WIB, harga Rp25.000–Rp50.000.

Pilihan Bakso untuk Gaya Makan Berbeda

Bihun Baso Jaya Rasa dikenal lewat bihun baso dan baso gepeng yang menjadi menu favorit pelanggan. Kuahnya yang beraroma kuat berpadu dengan tekstur bihun yang lembut.
Tempat ini juga dikenal ramah di kantong dan memiliki jaminan halal. Kombinasi tersebut membuatnya kerap menjadi pilihan makan siang praktis.
• Lokasi: Jl. Kebon Jati No.141, Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung.
• Jam buka: 10.00–21.00 WIB, harga Rp25.000–Rp50.000.

Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya menawarkan keunikan bakso berbahan mie kaca atau so’un. Teksturnya yang berbeda memberi pengalaman makan yang tak biasa bagi pencinta bakso.
Perpaduan bakso kenyal dan mie so’un lembut menjadikannya cukup populer di kalangan warga lokal. Tempat ini sering menjadi rujukan bagi yang ingin variasi dari bakso konvensional.
• Lokasi: Jl. Veteran No.3, Kebon Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.
• Jam buka: 11.00–21.00 WIB, harga Rp25.000–Rp50.000.

Bakso Sapi Cihampelas menjadi saksi perjalanan panjang kuliner bakso di Bandung sejak 1969. Dari usaha rumahan, tempat ini berkembang menjadi ikon yang tetap bertahan hingga kini.
Selain menikmati bakso di tempat, pengunjung juga dapat membeli bakso mentah untuk dibawa pulang. Lokasinya yang agak masuk dari jalan utama memberi suasana makan yang lebih tenang.
• Lokasi: Jl. Suryani Dalam No.48, Bandung.
• Jam buka: 06.00–18.00 WIB.

Beragam pilihan bakso tersebut menunjukkan bahwa Bandung tak pernah kehabisan cara memanjakan penikmat kuliner. Dari cita rasa legendaris hingga konsep modern, setiap mangkuk menawarkan cerita dan pengalaman tersendiri.
Menjelajahi bakso di Bandung bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga tentang mengenal kebiasaan makan yang hidup dan terus berkembang di tengah kota.

Terkini