Harga Tembaga dan Timah Global Bergerak Drastis Akibat Pasokan Terbatas

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00:13 WIB
Harga Tembaga dan Timah Global Bergerak Drastis Akibat Pasokan Terbatas

JAKARTA - Harga tembaga bergerak stabil di dekat level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS sekaligus gangguan pasokan dari Chile yang menimbulkan kekhawatiran pasar global.

Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak tembaga paling aktif ditutup naik 1,26% ke level 101.880 yuan per ton. Selama sesi perdagangan, harga sempat menyentuh 103.880 yuan per ton, tertinggi lebih dari sepekan.

Sementara itu, di London Metal Exchange (LME), harga tembaga acuan tiga bulan justru melemah 0,56% ke level US$13.041 per ton pada pukul 07.00 GMT. Sebelumnya, harga sempat mencapai US$13.260 per ton, juga menjadi level tertinggi lebih dari sepekan.

Pelemahan dolar AS menjadi faktor penting yang menopang harga logam berbasis dolar. Nilai dolar yang turun membuat tembaga lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain, meningkatkan daya tariknya.

Selain faktor mata uang, reli tembaga didukung oleh gangguan operasional tambang di Chile. Kontraktor alat berat Finning menyatakan kesepakatan telah dicapai pada Sabtu untuk mengakhiri blokade di tambang Escondida milik BHP dan Zaldivar milik Antofagasta.

Pemogokan pekerja sebelumnya pada Jumat sempat memblokir akses jalan ke kedua tambang tersebut. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran akan keterlambatan pasokan tembaga di pasar global.

Namun, aksi mogok masih berlangsung di tambang Mantoverde milik Capstone Copper. Serikat pekerja menuduh perusahaan menghindari perundingan untuk mengakhiri aksi mogok yang berlangsung hingga saat ini.

Faktor geopolitik global turut mendorong minat terhadap tembaga. Investor mencari aset dasar yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik internasional.

Timah Koreksi Setelah Reli Rekor

Harga timah mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak tajam dan mencetak rekor. Kontrak timah paling aktif di SHFE naik 1,37% ke level 425.340 yuan per ton, setelah sebelumnya melonjak 10,27% dan mencapai 462.720 yuan per ton dalam sesi yang sama.

Di LME, harga timah acuan justru anjlok 6,10% ke level US$53.350 per ton. Sebelumnya, harga sempat menyentuh rekor US$57.515 per ton, menandai volatilitas tinggi dalam perdagangan logam solder ini.

Pelaku pasar menyebut lonjakan harga timah disebabkan aksi spekulatif akibat ketatnya pasokan global. Kondisi ini diperburuk oleh langkah pemerintah Indonesia menertibkan tambang ilegal dengan dukungan militer.

Sepanjang 2026, timah menjadi logam dasar dengan kinerja terbaik. Harga logam ini melonjak lebih dari 36% di pasar Shanghai dan lebih dari 37% di pasar London.

Selain timah, logam dasar lainnya juga menunjukkan pergerakan signifikan di SHFE. Aluminium naik 0,33%, seng menguat 0,65%, nikel naik 0,25%, sedangkan timbal turun 0,15% selama sesi perdagangan.

Di pasar LME, aluminium menguat 0,13% dan seng naik 0,84%. Sebaliknya, nikel melemah 1,87% dan timbal bertambah tipis 0,05%, mencerminkan perbedaan dinamika pasokan dan permintaan di tiap logam.

Koreksi harga timah menandakan bahwa pasar logam global sangat sensitif terhadap gangguan pasokan. Investor dan pelaku pasar harus selalu memperhitungkan faktor geopolitik dan operasi tambang dalam strategi investasi mereka.

Faktor Fundamental yang Memengaruhi Harga Logam

Reli tembaga dan fluktuasi timah menunjukkan bahwa pasokan terbatas menjadi pemicu utama pergerakan harga. Tambang di Chile dan kebijakan penertiban tambang ilegal di Indonesia menjadi sorotan utama investor global.

Pelemahan dolar AS meningkatkan daya beli logam bagi investor dengan mata uang lain. Kondisi ini mendorong permintaan tembaga dan logam lain sebagai lindung nilai terhadap volatilitas mata uang.

Gangguan produksi di Chile menekankan pentingnya stabilitas rantai pasok logam dasar. Investor mempertimbangkan risiko penundaan pasokan dan potensi kenaikan harga jangka pendek akibat aksi mogok pekerja.

Di sisi lain, lonjakan harga timah di SHFE dan LME menunjukkan spekulasi tetap menjadi faktor signifikan. Pasokan yang ketat membuat investor mengambil posisi agresif meski risiko koreksi tetap tinggi.

Pasar logam global kini menghadapi dinamika yang kompleks. Faktor cuaca, politik, mata uang, dan kebijakan nasional saling berinteraksi memengaruhi harga tembaga, timah, dan logam dasar lainnya.

Investor disarankan memantau perkembangan pasar secara berkala. Pergerakan harga tembaga dan timah menjadi indikator penting bagi tren logam dasar di bulan-bulan mendatang.

Harga logam yang fluktuatif menegaskan bahwa strategi manajemen risiko menjadi kunci. Baik trader jangka pendek maupun investor jangka panjang perlu menyesuaikan posisi dengan cepat mengikuti perubahan pasar.

Dengan stabilitas tembaga dan koreksi timah, pasar logam global menunjukkan volatilitas tinggi. Hal ini menandakan potensi peluang dan risiko yang harus diperhitungkan secara matang oleh semua pihak.

Terkini