JAKARTA - Keselamatan pengendara menjadi fokus utama PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) saat menghadapi curah hujan tinggi di awal tahun. Langkah pemeliharaan intensif dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan yang bisa membahayakan pengguna tol.
Pemantauan dan Penanganan Jalan
VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa hujan deras dapat melemahkan perkerasan aspal. "Air hujan dapat masuk ke pori-pori lapisan aspal sehingga melemahkan ikatan material perkerasan. Jika digabungkan dengan beban lalu lintas yang tinggi, ini dapat mempercepat kerusakan jalan," ujarnya di Bekasi, Senin.
Perusahaan menurunkan 12 tim khusus untuk menangani titik-titik rawan kerusakan. Masing-masing enam tim bertugas di jalur A arah Cikampek dan enam tim di jalur B arah Jakarta, siap siaga 24 jam untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Pemeliharaan jalan dimulai sejak Sabtu, 24 Januari 2026. Jalur arah Cikampek ditangani dari Km 6+700 hingga Km 62+500, sementara jalur arah Jakarta dilakukan pemeliharaan dari Km 19+050 hingga Km 71+500.
Selain itu, JTT mengoptimalkan sistem drainase di beberapa titik rawan genangan. Titik yang ditangani antara lain Km 9 B, Km 31, Km 32 A, dan Km 34 B, guna memastikan air hujan dapat mengalir lancar.
Strategi Keselamatan dan Teknologi
Ria Marlinda menegaskan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama dalam kegiatan pemeliharaan ini. "Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama," tambahnya.
Pemantauan kondisi jalan didukung teknologi Weight In Motion (WIM). Teknologi ini membantu memantau beban kendaraan sehingga perkerasan jalan dapat dijaga dari kerusakan akibat kelebihan muatan.
Selain itu, pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan secara bertahap agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Setiap tim bekerja fokus pada titik-titik kritis dengan waktu pengerjaan yang terencana.
Informasi untuk Pengguna Jalan
JTT memastikan informasi terkait pemeliharaan tersampaikan kepada pengguna tol. Spanduk imbauan dan Dynamic Message Sign (DMS) dipasang di sepanjang jalur untuk memberikan informasi secara real time.
Ria Marlinda meminta pengendara bersabar dan menyesuaikan waktu perjalanan. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan serta mematuhi rambu dan arahan petugas," tutupnya.
Penyampaian informasi yang cepat dan tepat diharapkan dapat mengurangi risiko kemacetan. Pengguna jalan diminta tetap berhati-hati saat melewati titik pemeliharaan.
Pemeliharaan jalan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang JTT. Selain menangani kerusakan akibat cuaca ekstrem, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kualitas perkerasan jalan.
Dampak dan Harapan
Dengan pemeliharaan intensif, kondisi jalan di Tol Jakarta-Cikampek diharapkan tetap aman dan nyaman. Hal ini penting mengingat jalur ini merupakan salah satu koridor vital untuk transportasi barang dan penumpang.
Optimalisasi sistem drainase di beberapa titik juga menekan risiko genangan air yang dapat menyebabkan kecelakaan. Hal ini menunjukkan komitmen JTT untuk menjaga keselamatan sekaligus menjaga kecepatan arus lalu lintas.
Keberadaan tim siaga 24 jam juga menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan. Penanganan cepat terhadap kerusakan jalan dapat mengurangi gangguan perjalanan dan menjaga kenyamanan pengguna.
Selain itu, pemeliharaan ini dapat mencegah kerusakan jalan jangka panjang akibat hujan tinggi. Dengan perkerasan yang terjaga, biaya perbaikan besar di masa depan dapat ditekan.
JTT menegaskan bahwa pemeliharaan jalan akan berlangsung sepanjang Januari 2026, menyesuaikan kondisi cuaca dan volume lalu lintas. Setiap pekerjaan dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat agar tidak membahayakan pengendara maupun pekerja.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas dan memperhatikan informasi yang diberikan melalui DMS. Kepatuhan ini penting untuk kelancaran dan keamanan selama pemeliharaan berlangsung.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa JTT memprioritaskan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas jalan. Strategi proaktif menghadapi cuaca ekstrem menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengguna tol.